Home » Kehamilan » Fisiologi Kedokteran
perubahan psikologis dan fisiologis kehamilan

perubahan psikologis dan fisiologis kehamilan

Fisiologi Kedokteran Proses Kehamilan - Tujuan Pembelajaran proses fisiologi kehamilan normal adalah Setelah mempelajari bab ini, Anda di harapkan mampu :

  1. Menjelaskan proses kehamilan
  2. Menjelaskan plasenta dan air ketuban
  3. Menjelaskan fisiologi pertumbuhan janin

Fisiologi Proses Kehamilan

Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan terdiri atasa : (1) ovulasi; (2) migrasi spermatozoa dan ovum; (3) nidasi ( implantasi ) pada uterus; (4) pembentukan plasenta; serta (5) pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi sampai aterm.

1. Ovulasi

  • Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh system hormonal yang kompleks. Ovum yang di bebaskan biasanya masuk ke dalam tuba. Bila ovum gagal bertemu sperma dalam 48 jam, ovum akan mati dan hancur.
  • Selama masa subur, seorang wanita yang berusia 20-35 tahun, biasanya akan menghasilakan 420 buah ovum yang dapat mengikuti proses pematangan dan terjadi ovulasi.

2. Spermatozoa

  • Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks
  • Spermatozoa berasal dari sel primitif tubulus
  • Pertumbuhan spermatozoa dipengaruhi oleh mata rantai hormonal yang kompleks. Dimulai dari panca indra, hipotalamus, hipofisis, dan sel interstisial leydig, sehingga terbentuk spermatogonium yang mengalami proses mitosis
  • Tiga milliliter sperma yang di keluarkan pada hubungan seks akan mengandung 40-60 juta spermatozoa setiap mililiternya
  • Spermatozoa yang masuk ke dalam alat genitalia wanita dapat hidup selama tiga hari. Bila ovulasi terjadi selama masa tersebut, maka akan terjadi konsepsi

3. Konsepsi

Konsepsi merupakan pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa, sehingga terbentuk zigot.

4. Nidasi

Dalam beberapa jam setelah pembuahan terjadi, mulailah pembelahan zigot. Zigot ini mampu membelah diri, segera setelah pembelahan terjadi, maka pembelahan selanjutnya berjalan lancar.

Bersamaan dengan pembelahan, hasil konsepsi berjalan menuju uterus, proses ini disebut stadia morula. Di dalam morula terdapat ruangan yang berisi cairan di sebut blastula. Blastula siap mengadaka nidasi di desidua. Tertanamnya blastula di endometrium mungkin terjadi perdarahan yang disebut tanda Hartman.

You might also likeclose