Home » Kehamilan » Pemeriksaan Palpasi
Pemeriksaan Raba

Pemeriksaan Raba

Pemeriksaan Palpasi adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menilai suatu keadaan pasien dan bisa digunakan pada masa kehamilan atau pada masa persalinan dengan cara meraba perut pasien pada posisi dorsal recumbnet.

Pemeriksaan ini membutuhkan ketelitian saat menentukan letak janin dalam kandungan, terutama bila melakukan pemeriksaan pada pasien dengan perut yang tebal/ pada kehamilan hidramnion. Dengan pemeriksaan ini dapat dijadikan acuan untuk mengetahui kehamilan dalam kondisi normal/abnormal, tentunya diagnosa tidak mutlak hanya dengan mengandalkan periksa raba saja tetapi juga perlu pemeriksaan penunjang lain guna mendukung ketepatan penentuan diagnosa.

1. Kegunaan Pemeriksaan Palpasi

Melalui periksa raba dapat ditentukan :

  1. Usia kehamilan berdasarkan TFU
  2. Bagian-bagian janin dalam rahim
  3. Letak janin dalam rahim
  4. Sampai dimana bagian terdapat janin masuk dalam panggul.
  5. Ada atau tidaknya keseimbangan antara ukuran kepala janin dengan pinggul
  6. Janin tunggal atau kembar
  7. Letak DJJ janin
  8. Perkiraan taksiran berat badan janin dalam rahim

2. Cara Palpasi / Cara Pemeriksaan Palpasi

  1. Leopold
  2. Parasat Osborn
  3. Pemeriksaan Perut

1. Berikut adalah cara melakukan palpasi Leopald

a) Leopald I 

Dilakukan untuk menentukan tuanya kehamilan dan bagian janin yang terdapat di daerah fendus uteri. Caranya :

  • Pemeriksa berdiri di samping kanan pasien menghadap muka pasien
  • Pasien diminta menekuk lututnya sedikit
  • Dengan kedua belah tangan, diraba bagian samping dan fundus uteri dengan memanfaatkan kepekaan telapak jari-jari
  • Kemudian tinggi fundus uteri dengan menggunakan cara sebagai berikut : rahim ditengahkan dengan tangan kanan kemudian tangan kiri diletakkan pada fundus uteri dan tentukan batasnya dengan jari tangan kiri
  • Tentukan bagian janin yang berada pada fundus uteri, apakah kepala, bokong atau bagian lain

b) Leopold II

Palpasi Leopold II dilakukan untuk menentukan letak punggung janin (pada letak membujur) dan kepala janin (pada letak melintang). Caranya :

  • Pemeriksa masih berdiri disamping kanan pasien
  • Kaki pasien masih ditekuk
  • Bagian samping rahim diraba dan dirasakan di sebelah mana punggung janin. Punggung janin teraba sebagai tekanan yang lebih keras dan memanjang dari atas ke bawah, sedangkan disisi lainnya dapat teraba bagian-bagian kecil janin.

c) Leopald III

Palpasi Leopald III dilakukan untuk menyimpulkan bagian janin yang berada dibawah rahim. Caranya :

  • Kaki pasien masih ditekuk
  • Tangan kiri diletakkan pada fundus uteri
  • Dengan menggunakan satu tangan kanan meraba bagian bawah rahim dan coba untuk menggoyang sedikit
  • Bila teraba bagian yang besar, bulat keras, melintang berarti kelapa
  • Bila teraba bayi bagian besar atau teraba kosong kemungkinan letak lintang

d)      Leopold VI

Palpasi Leopold VI dilakukan untuk mengetahui apakah bagian terdepan janin sudah masuk pintu atas pinggul (PAP) atau belum. Caranya

  • Pasien diminta untuk meluruskan kakinya
  • Pemeriksa menghadap kearah kaki pasien
  • Kedua tangan diletakkan padakedua sisi bagian bawah rahim
  • Raba dengan sedikit penekanan apakah terasa bagian terdepan janin telah masuk PAP atau belum.
  • Bila jari-jari tangan saling bertemu (kovergen) berarti bagian terdepan belum turun
  • Bila jari-jari kedua tangan saling menjauh (devergen) berarti bagian terdepan sudah turun
2. Parasat Osborn

Periksa raba ini digunakan untuk memeriksa ada atau tidaknya keseimbangan antara ukuran kepala janin dengan ukuran panggul. Caranya :

  • Kaki pasien dalam keadaan lurus
  • Dengan tangan kiri, kepala yang masih diatas PAP didorong masuk kedalam PAP
  • Segera tangan kanan mengukur sampai seberapa jauh kepala menonjol diatas simfisis, nilai
  • Bila kepala tidak menonjol, berarti ada keseimbangan antara kepala dan panggul
  • Bila kepala menonjol, tidak melebihi dua jari, kemungkinan pada saat persalinan kepala masih dapat melalui rongga panggul dengan adanya moulage kepala dan renggangan pada panggul
  • Bila kepala menonjol dua jari atau lebih, berarti terdapat ketidak seimbangan antara ukuran kepala dengan panggul. Disebut Osborn positif

3. Pemeriksaan Perut/Luar untuk menentukan penurunan bagian terendah janin

Penilaian turunnya bagian terendah janin tidak hanya dapat dilakukan dengan pemeriksaan dalam tetapi dapat juga dengan pemeriksaan perut. Cara pemeriksaan perut lebih dapat dipercaya dari pada pemeriksaan dalam karena saat pemeriksaan dalam sering kali ditemui adanya cuput sucsedaneum sehingga yang diperiksa adalah kulit kepala janin.

Dan untuk pemantauan kemajuan persalinan dengan partogaf, pengkajian penurunan kepala menggunakan cara pemeriksaan perut. Pada pemeriksaan luar/perut yang perlu diperhatikan adalah bagaimana jari-jari dapat melengkupi bagian yang tidak masuk ke dalam panggul.